10 Tanda-tanda yang Muncul Ketika Anda Akan Melahirkan dalam Waktu Dekat

Banyak ibu hamil, terutama yang baru pertama kali hamil, bertanya-tanya dan cemas tentang berbagai tanda-tanda mau melahirkan. Bagaimana saya bisa tahu kalau waktu melahirkan sudah semakin dekat? Tak perlu bingung. Sebenarnya tubuh akan menampakkan beragam tanda-tanda sebagai caranya mengatakan bahwa persalinan akan segera dimulai. Apa saja ciri yang harus diperhatikan?

Berbagai tanda-tanda mau melahirkan yang wajib Anda kenali

Sulit untuk memprediksi dengan tepat kapan waktu melahirkan akan berlangsung. Bahkan dokter sekali pun, biasanya hanya memberikan rentang waktu perkiraan melahirkan (due date), tapi tidak bisa memberikan hari maupun jam yang pasti.
Kadang, waktu melahirkan bisa maju lebih awal, mundur, atau tepat di rentang waktu yang diperkirakan. Kondisi yang dialami masing-masing ibu hamil yang akan melahirkan tentu tidak sama.
Ada yang masih bisa berolahraga atau melakukan berbagai aktivitas fisik seperti biasa padahal tanda-tanda mau melahirkan sudah muncul. Di sisi lain, ada juga ibu hamil yang hanya bisa memperbanyak istirahat saat tanda-tanda muncul menjelang proses persalinan.
Penting untuk segera ke rumah sakit ketika merasakan tanda dan ciri apa pun yang tidak biasa mendekati waktu persalinan Anda. Untuk lebih jelasnya, berikut serangkaian tanda-tanda yang mengindikasikan Anda mau melahirkan sebentar lagi:

No 4, 5 , 6, 9, 10 Harus di Perhatikan dan diwaspadai


1. Posisi bayi berubah turun





cara menghitung usia kehamilan

Sekitar satu sampai empat minggu sebelum persalinan dimulai, Anda mungkin merasa posisi bayi di dalam kandungan berubah. Bahkan terkadang, tanda-tanda persalinan yang satu ini bisa berlangsung beberapa jam sebelumnya.
Dari yang tadinya posisi kepala berada di atas dan kaki di bawah, kini malah sebaliknya. Ibaratnya, bayi secara perlahan mulai “merosot” atau turun ke panggul Anda. Kondisi dikenal sebagai “pengenduran”. Ini berarti bayi sedang mengatur ulang tubuhnya menjadi posisi kepala di bawah, sebagai tanda-tanda mau melahirkan.
Ketika bayi berubah ke posisi yang lebih rendah, ini akan meringankan tekanan pada diafragma ibu sehingga lebih mudah untuk bernapas. Namun, perubahan pada posisi bayi ini juga memberikan lebih banyak tekanan pada kandung kemih.
Alhasil, Anda mungkin menjadi lebih sering bolak-balik ke kamar mandi meski baru saja buang air kecil. Bagi beberapa ibu yang baru akan melahirkan pertama kali, perubahan posisi ini mungkin terjadi di detik-detik akhir menjelang persalinan atau saat persalinan dimulai.

2. Leher rahim terbuka




obat diare untuk ibu hamil

Ketika tubuh mempersiapkan untuk kelahiran bayi Anda, tanda-tanda mau melahirkan bisa terasa ketika leher rahim (serviks) mulai melebar dan menipis. Kondisi ini umumnya mulai muncul pada beberapa minggu atau hari sebelum persalinan tiba.
Di awal, pelebaran leher rahim ini biasanya masih berkembang dengan sangat lambat. Setelah tanda-tanda persalinan mulai masuk ke masa aktif, pelebaran serviks akan berlangsung dengan sangat cepat.
Selama pemeriksaan, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan dalam guna melihat apakah leher rahim Anda sudah mulai melebar. Proses pelebaran atau “bukaan” leher rahim ini diukur dalam skala sentimeter (cm), atau dengan memasukkan jari.
Jika 10 jari sudah dapat dimasukkan atau sekitar 10 cm lebarnya, artinya pembukaan Anda lengkap sehingga Anda dan bayi sudah siap untuk menjalani proses persalinan. Lebar 10 cm atau 10 jumlah jari yang bisa masuk bisa disebut sebagai pembukaan penuh.
Pembukaan leher rahim atau serviks sepenuhnya ini biasanya disertai dengan munculnya kontraksi yang teratur.

3. Leher rahim menipis



obat maag untuk ibu hamil

Di samping mengalami pembukaan, servis atau leher rahim juga akan mulai melebar dan menipis sebagai tanda-tanda Anda mau melahirkan sebentar lagi.
Semakin tipis leher rahim, otomatis semakin mudah untuk melebar dan membuka selama proses persalinan berlangsung nantinya.
Mungkin Anda akan merasa sedikit tidak nyaman. Kontraksi juga bisa muncul tapi masih dalam tingkat yang cukup ringan.

4. Kram perut dan nyeri punggung yang semakin parah



isk infeksi saluran kemih pada ibu hamil

Menjelang dan selama persalinan, Anda mungkin merasa tekanan atau kram di daerah panggul dan dubur. Bukan hanya itu.
Anda juga mungkin mengeluhkan nyeri di area paha dan punggung bagian bawah, terutama jika ini bukan kehamilan pertama Anda.
Dalam kondisi ini, otot dan sendi tubuh Anda biasanya sedang meregang dan bergeser sebagai tanda-tanda mau melahirkan.

5. Diare, mual, dan muntah



cara mengatasi mual saat hamil

Salah satu tanda-tanda mau melahirkan yang kerap tidak disadari yakni diare, mual, dan muntah. Ini karena hormon yang diproduksi oleh tubuh Anda untuk memudahkan kelahiran bayi dapat merangsang usus untuk lebih aktif bekerja.
Hal ini yang kemudian membuat Anda jadi lebih rutin bolak-balik ke kamar mandi untuk muntah atau karena diare. Kondisi ini tentu akan sangat menggangu. Namun, ini merupakan cara alami tubuh untuk menunjukkan tanda-tanda persalinan akan tiba, terlebih jika disertai dengan ciri khas melahirkan lainnya.
Selama persalinan, Anda juga mungkin mengalami dorongan untuk buang air besar. Cara terbaik untuk menangani ini adalah untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan.

6. Perubahan energi dalam tubuh



mengatasi jerawat saat hamil

Perut yang makin hari makin membesar diiringi dengan sistem pencernaan yang semakin berantakan, dapat membuat Anda sulit tidur nyenyak di malam hari. Ini yang kemudian membuat Anda cenderung lebih memilih untuk menutup mata dan tetap berbaring di tempat tidur, meskipun matahari sudah bersinar terik.
Sebaliknya, beberapa ibu hamil lainnya justru merasakan adanya ledakan energi yang besar mendekati hari kelahiran sang buah hati. Saking kuatnya energi tersebut, Anda mungkin merasa seperti ada keinginan kuat untuk membersihkan dan merapikan segala sesuatu yang tampak di depan mata.
Intinya, tanda-tanda persalinan ini membuat Anda merasa jadi lebih bersemangat untuk menjalani aktivitas sembari menanti waktu melahirkan yang sesungguhnya tiba. Kedua tanda-tanda mau melahirkan tersebut normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

7. Perubahan mood (suasana hati)



posisi seks saat hamil

Selain energi di dalam tubuh yang berubah, entah lebih meningkat atau malah menurun, suasana hati Anda juga bisa ikut terpengaruh. Ya, kondisi ini bisa menjadi satu dari beberapa tanda-tanda mau melahirkan.
Sadar atau tidak, perubahan mood ini yang nantinya memengaruhi peningkatan atau penurunan energi di dalam tubuh Anda.

8. Keluarnya lendir seperti keputihan



menahan kencing saat hamil

Tanda-tanda persalinan sudah sangat dekat lainnya yakni keluarnya cairan vagina seperti keputihan tapi lebih kental. Selama masa kehamilan, ada sumbatan lendir yang menumpuk di dalam leher rahim atau serviks.
Ketika serviks mulai menipis dan terbuka sebagai tanda-tanda mau melahirkan, sumbatan lendir tersebut akan keluar melalui vagina. Lendir tersebut memiliki tekstur yang kental, dengan warna bening, merah muda, atau agak merah karena darah.
Lendir ini biasanya keluar atau muncul beberapa menit, jam, atau hari sebelum persalinan tiba. Meski begitu, tidak semua wanita memerhatikan tanda-tanda persalinan yang satu ini.
Jika lehir yang keluar menyerupai perdarahan berat seperti sedang menstruasi, kemungkinan ada masalah pada kehamilan, khususnya plasenta. Jangan tunda untuk segera memeriksakannya ke dokter apabila kondisi ini terjadi.

9. Muncul kontraksi dengan pola yang kuat dan teratur



kontraksi saat hamil

Kontraksi rahim saat hamil pada awalnya akan berpola tidak beraturan dan muncul jarang-jarang. Ini disebut sebagai kontraksi Braxton Hicks, dan bukan merupakan tanda-tanda mau melahirkan yang sebenarnya.
Kontraksi Braxton Hicks alias palsu ini biasanya mulai muncul saat masa kehamilan memasuki trimester ketiga, meski ada beberapa juga yang merasakannya di trimester kedua. Kontraksi palsu merupakan hal normal yang memang akan terjadi sebelum Anda merasakan kontraksi persalinan yang sebenarnnya.
Sementara kontraksi yang sebenarnya sebagai tanda-tanda persalinan biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman atau sakit di punggung dan perut bagian bawah. Ketidaknyamanan tersebut bisa datang bersamaan dengan adanya tekanan di sekitar bagian panggul.
Kontraksi seolah bergerak seperti gelombang yang dimulai dari bagian atas rahim, hingga menjalar ke bawah rahim. Beberapa wanita menggambarkan rasa kontraksi sungguhan ini seperti kram perut saat menstruasi, tapi dengan intensitas yang jauh lebih kuat.
Namun, sensasi yang ditimbulkan dari kontraksi sungguhan ini tidak selalu sama pada setiap wanita. Perbedaan ciri dari kontraksi sungguhan ini juga bisa berubah-ubah antara kehamilan pertama dan selanjutnya.
Kontraksi tanda-tanda mau melahirkan yang akan berlangsung sebentar lagi memiliki jarak antar kontraksi yang lebih seragam. Sekitar 30-70 detik per kontraksi setiap setiap lima, tujuh, maupun sepuluh menit sekali, misalnya. Kondisi ini biasanya akan semakin parah dan lebih sering mendekati waktu melahirkan.
Bahkan, berbeda dengan kontraksi palsu. Tidak peduli jika Anda berganti posisi, tidur, atau dibawa jalan-jalan, kontraksi yang sebenarnya tetap akan terasa. Maka itu, jika Anda belum berada di rumah sakit, sebaiknya segera mendatangi dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat.
Selama tahap persalinan awal Anda juga mungkin menggigil, bahkan meski kadang Anda tidak merasa kedinginan sama sekali. Ini dapat terjadi selama atau setelah melahirkan.
Namun jangan khawatir. Tubuh yang menggigil merupakan cara untuk menghilangkan ketegangan. Untuk mengatasinya, Anda bisa berendam di dalam air hangat atau melakukan pijatan ringan.

10. Air ketuban pecah



emboli air ketuban emboli cairan amnion

Kantung ketuban adalah selaput pembungkus cairan yang berperan sebagai pelindung bayi selama berada di dalam kandungan. Nah, air ketuban pecah adalah salah satu tanda-tanda pasti bahwa Anda sudah mau melahirkan.
Kebanyakan kasus air ketuban yang pecah umumnya terjadi beberapa jam sebelum persalinan dimulai. Akan tetapi, ini tak selalu terjadi di awal sebelum Anda masuk ke ruang bersalin. Beberapa ibu hamil yang hendak melahirkan juga bisa mengalami pecah ketuban selama proses persalinan berlangsung.
Mungkin Anda mengira kalau pecahnya air ketuban ini akan menimbulkan semburan deras dalam jumlah yang banyak. Padahal, nyatanya tidak demikian. Cairan ketuban yang bocor akan keluar seperti tetesan, dan bukan langsung banyak.
Namun, cairan tersebut akan keluar secara tidak beraturan dan berlangsung terus-menerus melalui vagina. Namun, pada kondisi tertentu, ketuban yang pecah dapat timbul seperti semburan mendadak. Selain itu, keluarnya air ketuban sering kali tidak dapat ditahan berbeda dengan urin. Anda dapat menggunakan pembalut untuk menjaga diri tetap kering selagi Anda menghubungi dokter atau bidan Anda.
Sebaliknya, jika cairan menyembur dan membuat pakaian dalam Anda basah kuyup, segera hubungi dokter atau pergi ke rumah sakit. Pasalnya, ini merupakan tanda-tanda bahwa proses persalinan mungkin akan segera dimulai.
Begitu ketuban pecah, bayi tak lagi dikelilingi oleh bantalan pelindung sehingga lebih rentan terkena infeksi. Semakin lama proses persalinan dimulai, semakin besar risiko bayi untuk terkena infeksi karena akan semakin banyak air ketuban yang diminumnya.
Ini sebabnya mengapa dokter dan bidan akan ingin melahirkan bayi segera setelah pecahnya ketuban Anda.

0 Response to "10 Tanda-tanda yang Muncul Ketika Anda Akan Melahirkan dalam Waktu Dekat"